Rendah Kalori, Berikut 6 Manfaat Gula Jagung untuk Kesehatan Si Kecil

Bagi penderita diabetes mengonsumsi hidangan manis, sama saja menaikkan kadar sukrosa dalam tubuh. Efek negatifnya tidak baik untuk kesehatan dalam jangka waktu lama, perlahan akan mematikan metabolisme tubuh. Sebagai penetralisir penderita harus konsumsi pemanis yang rendah kalori. Salah satunya Gula jagung yang merupakan jenis pemanis non-sintetis. Tingkat kalorinya mampu untuk mengontrol glukosa dalam darah.

Memberi Efek Kenyang dalam Jangka Waktu Lama
1. Anti Gemuk
Kadar fruktosa dalam pemanis tidak akan menyumbang berat badan pada tubuh. Jenisnya mudah diuraikan oleh usus, dan tidak menghasmbat pencernaan. Cukup aman untuk dikonsumsi setiap hari, bisa dicampur ke berbagai makanan. Kadar fruktosa tidak mempengaruhi kenaikan glukosa dalam tubuh, bagus dikonsumsi oleh penderita diabetes. Namun porsi pemakaian yang berlebihan juga tidak baik, cukup sesuai dengan kebutuhan saja.

2. Sifat Bahan Alami
Bahan fruktosa merupakan jenis pemanis alami, yang langsung bersumber dari buah. Meskipun tidak semanis tebu namun kandungan jagung, cukup memberikan kontribusi kesehatan. Gula jagung dapat menstimulasi kesehatan gigi anak, kadar sorbitol tahan terhadap bakteri mulut. Berbeda dengan pemanis biasa yang memecah zat tepung, sehingga memunculkan reaksi asam. Hal tersebut membuat gigi anak menjadi keropos, dan merusak enamel gigi.

3. Rasa Manis Tidak Pekat
Rasa manis pada sorbitol cukup rendah sehingga lidah tidak bosan mencecapnya. Bahkan banyak olahan camilan yang menggunakan sorbitol, sebagai pengganti pemanis. Beberapa konsumen mengakui rasanya lebih lezat dibandingkan pemanis biasa. Meskipun mengonsumsi camilan dalam jumlah banyak, tidak perlu khawatir berat badan naik. Sering digunakan oleh pembuat bakkery atau kue basah, sebagai tambahan rasa manis untuk adonan.

4. Menambah Energi
Pemanis dari jagung mengalami proses penguraian yang sama, seperti pemanis biasa. Bedanya fruktosa pada gula jagung dapat diuraikan lebih sederhana, menjadi glukosa dalam tubuh. Kemudian kadar glukosa akan diubah menjadi sumber energi, untuk membantu aktivitas anak sehari-hari. Tubuh tidak mudah lelah karena cadangan energi yang cukup, dan terlihat sangat bersemangat.

5. Sumber Serat
Karena berasal dari tumbuhan jagung yang kaya serat, jadi bagus untuk stimulasi metabolisme. Jika mengonsumsi cukup rutin akan mengontrol kadar glukosa dalam tubuh. Metabolisme tubuh yang bekerja dengan baik, bantu menangkal berbagai penyakit yang masuk. Alhasil badan menjadi lebih sehat serta bersemangat untuk memulai aktivitas. Mencegah naiknya diabetes secara signifikan, tidak perlu khawatir jika dikonsumsi setiap saat.

6. Pencernaan Lebih Sehat
Konsumsi sorbitol dalam jumlah yang wajar, akan menambah kekuatan energi pada anak. Gula jagung mampu diolah oleh usus dengan baik, jadi bagus untuk memproses pencernaan. Beberapa konsumen mengatakan tidak mengalami masalah pencernaan serius, meskipun pemanis dikonsumsi setiap hari. Kadar manis membantu proses metabolisme tubuh, dan memperkuat sistem imun tubuh.
Jika imun tubuh kuat bisa mencegah berbagai penyakit masuk, tidak sampai menyerang organ vital. Tubuh terasa lebih sehat dan segar sehingga menjalani hari dengan semangat. Tampilan wajah juga nampak segar dan cantik alami, semakin menambah kadar kepercayaan diri. Badan pun selalu memancarkan energi positif, dan membuat mood baik seharian.

Biasanya orang mengonsumsi pemanis lewat seduhan teh, atau tambahan rasa di masakan. Rata-rata pemanis biasa dapat meningkatkan kalori tubuh, sehingga menambah berat badan. Maka dari itu perlu pemanis non-sintetis yang rendah kalori, terutama untuk pengidap diabetes. Disarankan konsumsi pemanis yang terbuat dari jagung, kadar fruktosa mudah diuraikan oleh tubuh. Fungsinya untuk memperlancar pencernaan dalam usus.
Rendah Kalori, Berikut 6 Manfaat Gula Jagung untuk Kesehatan Si Kecil Rendah Kalori, Berikut 6 Manfaat Gula Jagung untuk Kesehatan Si Kecil Reviewed by Anak Banua on 12.07 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.